News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Workshop Rabies : Peran Masyarakat dan Dokter Hewan Cilik untuk Menuju Bebas Rabies 2020

Berbagai upaya dilakukan untuk mendukung program pembebasan rabies 2020, Juli 2016 lalu Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh telah mengadakan Rakor Lintas Sektoral Pengendalian Rabies antar Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kab/Kota se-Provinsi Aceh guna terjalinnya koordinasi antar lintas sektoral akan bahaya dan penanggulangan rabies. Untuk lebih menguatkan program pembebasan rabies 2020 tersebut, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh kembali mengadakan workshop pengendalian dan penanggulangan bahaya rabies antar Dinas Peternakan Kab/Kota se-Provinsi Aceh pada tanggal 13-15 Oktober 2016. Acara yang berlangsung 2 hari tersebut diselenggarakan di Sultan Hotel Banda Aceh.

Acara dibuka oleh pengajian kemudian kata sambutan dilanjutkan oleh dari Kadis Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh. Worksop kali ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya karena menghadirkan dokter hewan cilik sebagai sasaran utama terhadap pengendalian rabies. Perwakilan Setda Aceh yang juga ditunjuk sebagai pembuka acara workshop mengatakan bahwa rabies tidak bisa disembuhkan karena belum ada obatnya namun, rabies bisa dicegah.

 

Perwakilan Setda Aceh bersama Kadis Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh

 

“Rabies terjadi karena gigitan, cakaran dan proses penularan virus rabies tersebut melalui air liur anjing, kucing maupun kera. Cakaran itu yang harus dihindari oleh masyarakat, misalnya ketika memberi makan usahakan jangan sampai bersentuhan dengan hewan tersebut, dan pemahaman ini belum diketahui oleh semua orang. Apalagi anak-anak, kadang ada hewan jinak, mereka suka mengelus-elus. Hal tersebut sebenarnya berbahaya, ketika anjing, kucing atau kera tiba-tiba mencakar atau menggigit, tanpa kita ketahui virus rabies bisa tertular” Lanjutnya.

Dokter hewan cilik

 

Masih tentang dokter hewan cilik, Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh, Dr. drh. Raihanah, M. Si juga mengatakan “Sosialisasi bahaya rabies harus melibatkan semua pihak, stake holder, masyarakat secara keseluruhan dan vaksinasi secara kontinyu. Sasaran utama workhop ini adalah anak-anak, kita perkenalkan bahaya rabies sejak dini kepada mereka, kemudian juga sosialisasi dan koordinir untuk setiap Kab/Kota agar melapor progress apa saja yang sudah dilakukan untuk menuju bebas rabies 2020”.

Dengan adanya sosialisasi secara terus menerus, diharapkan dapat membekali peserta workshop terhadap pentingnya pengendalian dan penanggulangan bahaya rabies demi mewujudkan bebas rabies 2020.