News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Rapat Koordinasi Perencanaan Kawasan Peternakan

Jumat, 2 September lalu, Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan mengadakan pertemuan Rapat Koordinasi Perencanaan Kawasan Peternakan yang mengundang semua perwakilan Dinas Peternakan di seluruh kabupaten yang ada di Aceh. Acara pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang 3 jam tersebut mendiskusikan tentang beberapa kendala peternakan yang sering terjadi, salah satunya terkait dengan harga daging sapi yang selalu mahal. Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Dr. drh. Raihanah, M. Si memaparkan bahwa harga daging selalu mahal tersebut disebabkan oleh populasi sapi potong yang sulit meningkat karena tingginya pemotongan dan pengeluaran tidak mampu diimbangi oleh kelahiran.

Selain itu pola pemeliharaan ternak masih secara tradisional akibat dari kurangnya adopsi teknologi serta produksi hijauan pakan ternak juga sangat berfluktuasi. Keterbatasan dana untuk pembangunan peternakan juga menjadi perhatian khusus pada pertemuan yang di adakan di Aula Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh tersebut. Untuk itu Dr. drh. Raihanah, M. Si mengharapkan agar semua stake holder dapat berupaya bersama-sama meningkatkan produksi ternak serta pengembangan kawasan peternakan dengan mendorong investasi swasta dan BUMN/BUMA dan peternakan rakyat non-sapi. Beberapa hal lain yang juga dibahas sebagai arah kebijakan pembangunan kesehatan hewan dan peternakan, antara lain :

  • Mendorong kemitraan antara swasta dan peternakan rakyat berbasis agribisnis.
  • Peningkatan kapasitas sentra pembibitan rakyat untuk menghasilkan bibit-bibit unggul dan bibit induk sapi.
  • Penyediaan pakan yang cukup melalui penerapan teknologi tepat guna dengan amoniasi jerami serta penanaman rumput hijauan makanan ternak.
  • Memperkuat sistem pelayanan kesehatan hewan untuk pengendalian penyakit.

Jika semua dapat dilaksanakan dengan baik, target utama yang diharapkan adalah terwujudnya swasembada (memenuhi seluruh kebutuhan dari produksi) daging dan telur juga dapat memenuhi pasokan (supply) dan permintaan (demand) akan daging dan telur itu sendiri.