News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Rakor Lintas Sektoral Pengendalian Rabies

Rabies atau yang biasa dikenal sebagai penyakit anjing gila adalah salah satu penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus neurotropik dari genus Lysavirus dan family Rhabdoviridae. Penyakit ini bersifat akut, menyerang sistem saraf pusat hewan berdarah panas dan manusia. Rabies bersifat zoonosis, yaitu dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

Sebagian besar sumber penularan rabies ke manusia di Indonesia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi rabies (98%) dan lainnya diakibatkan oleh kera dan kucing. Infeksi rabies baik pada manusia atau hewan dapat menunjukkan gejala spesifik yang menyerang otak (Encephalomyelitis) dan berakhir dengan kematian. Sampai saat ini belum ada obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit mematikan ini.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 4026/KPTS/OT.140/4/2013 bahwa rabies merupakan salah satu penyakit hewan menular strategis (PHMS) dimana Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah endemis rabies yang perlu segera dibebaskan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan secara intensif dan sistematis telah melakukan program pembebasan rabies secara bertahap dalam rangka mendukung program pemerintah berupa dibentuknya Pusat Pembebasan Rabies untuk Indonesia bebas rabies tahun 2020 dan mengadakan Rakor Lintas Sektoral Pengendalian Rabies antar Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kab/Kota se-Provinsi Aceh pada 27-29 Juli 2016 bertempat di Hotel 61 Banda Aceh. Peserta berjumlah 63 orang yaitu petugas yang menangani rabies yang telah ditunjuk oleh dinas kabupaten/kota yang ditetapkan melalui surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh.

Rangkaian acara di isi dengan berbagai materi diskusi dari beberapa narasumber dan di buka oleh Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh Dr. drh. Raihanah, M. Si kemudian dilanjutkan arahan dari pusat oleh Dirkeswan Dirjennakwan Kementan tentang Kebijakan Pusat dalam Rangka Mendukung Program Pemberantasan Rabies Tahun 2020. Kemudian materi dilanjutkan oleh Staf Ahli Dirkeswan drh. Heru Susetya, MP, PhD yang menyampaikan tentang Kajian Ilmiah dalam Rangka Mendukung Program Pemberantasan Rabies Tahun 2020 dan hari terakhir materi disampaikan oleh Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Prov. Aceh tentang Kebijakan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Provinsi Aceh dalam Rangka Mendukung Program Pemberantasan Rabies Tahun 2020.

Diharapkan Terlatihnya Sumber Daya Manusia (SDM) di 23 Kabupaten/Kota dan Provinsi Aceh dan terjalinnya koordinasi antar lintas sektor serta stakeholder lainnya dalam memberikan pelayanan/penangangan terhadap korban kasus gigitan HPR.