News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Koordinasi Teknis Pengawas Kesmavet

Koordinasi antar Instansi terkait dari pusat/provinsi dan kabupaten/kota memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menjamin kesehatan dan ketentraman bathin masyakarat dalam mengkonsumsi bahan Pangan Asal Hewan (PAH) atau produk hewan (susu, daging, telur ) yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Sebagaimana kita ketahui bersama, pangan asal hewan bersifat perishable (mudah rusak) dan berpotensi sebagai media penyebar penyakit hewan menular yang bersifat eksotik maupun zoonosis (menular dari hewan ke manusia). Setiap menjelang hari besar keagamaan seperti bulan suci Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha dan hari besar keagamaan lainnya, selalu berkembang isu-isu penyakit hewan menular, kelangkaan dan kenaikan harga pangan asal hewan serta penyimpangan persyaratan ASUH seperti daging celeng, ayam tiren (mati kemaren), dll. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan permintaan akan pangan asal hewan secara signifikan, sementara suplai/penyediaan cenderung tetap.

Situasi di pasar tradisonal dengan segala kegiatan dan kondisi lingkungannya memiliki potensi banyak penyimpangan atau ketidak-ASUH-an. Disadari bahwa untuk dapat mewujudkan penyediaan PAH yang ASUH di pasar tradisional pada kenyataannya relatif berat mengingat permasalahan yang dihadapi tidak sekedar masalah teknis tetapi juga masalah sosial yang justru relatif dominan. Untuk itu sangat diperlukan pembinaan, pengawasan dan penegakkan hukum terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dilapangan oleh pengawas kesmavet yang dapat berkoordinasi dengan instansi terkait dan dukungan komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah dan semua stakeholder terkait.

Berkenaan dengan kondisi tersebut, dalam rangka meningkatkan penyediaan PAH yang ASUH Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan menyelenggarakan acara Koordinasi Teknis Pengawas Kesmavet untuk meningkatkan koordinasi dokter hewan sebagai petugas pengawas kesmavet sehingga pelaksanaan pengawasan peredaran produk hewan di propinsi, kabupaten/kota dapat lebih optimal.

Koordinasi Teknis Pengawas Kesmavet ini diselenggarakan pada hari selasa tanggal 26 Juli 2016 di Aula Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh yang menghadirkan 23 orang petugas pengawas kesmavet yang berasal dari Kabupaten/Kota Provinsi di Aceh.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Prov. Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Dinas drh. Marjuani yang dihadiri oleh 3 narasumber yaitu drh. Abdul Karnaen yang menyampaikan materi tentang Peran Pengawas Kesmavet dalam Pengawasan Peredaran PAH ASUH dan Checklist Pengawsan, Teknis Pengisian dan Pelaporan. Kemudian materi dilanjutkan oleh Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet, drh. Muslim yang menyampaikan materi tentang Kebijakan Dinas yang membidangi fungsi kesmavet di provinsi dalam pengawasan peredaran produk hewan. Materi ditutup oleh drh. Zakaria yang memaparkan tentang Penerapan Kesrawan pada rantai produksi produk hewan dan pengawasan zoonosis.

Dengan adanya koordinasi teknis pengawas kesmavet ini diharapkan dapat terjamin keamanan dan kelayakannya sebagai bahan pangan bagi masyarakat, sekaligus juga akan dapat mencegah terjadinya praktek penyimpangan kualitas PAH ASUH yang beredar di masyarakat.