News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Hari Rabies Sedunia (World Rabies Day)

Tanggal 28 September diperingati sebagai Hari Rabies Sedunia (HRS), pertama kalinya dicanangkan dan diperingati pada tahun 2007. Hari Rabies Sedunia dipromotori dan dikampanyekan oleh sebuah oranisasi bernama Alliance For Rabies Control (ARC). Peringatan hari rabies sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, meningkatkan pengendalian dan meningkatkan pencegahan penyakit rabies. Indonesia sudah 3 kali memperingati HRS yakni pada tahun 2009 yang dilaksanakan di Kabupaten Tabanan Bali, tahun 2010 di Kabupaten Badung dan tahun 2011 di Kota Denpasar Bali.

Rabies adalah penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat disebabkan oleh Virus (Lyssa Virus). Penyakit ini menyerang manusia dan hewan. Rabies ditularkan kepada manusia melalui gigitan atau jilatan pada luka terbuka oleh hewan yang menderita rabies. Penyakit ini bersifat fatal atau selalu diakhiri dengan kematian, namun dapat di cegah. Gejala rabies pada manusia biasanya diawali dengan demam, nyeri kepala, sulit menelan, hipersalivasi, takut air, peka terhadap rangsang angin dan suara, kemudian diakhiri dengan kematian.
Tanda-tanda rabies pada hewan ada dua macam yaitu rabies ganas dan rabies tenang.

Tanda-tanda rabies ganas :
1. Tidak lagi menuruti perintah pemilik.
2. Air liur keluar berlebihan.
3. Hewan menjadi ganas, menyerang atau menggigit apa saja yang ditemui dan ekor melengkung di bawah perut antara dua paha.
4. Kejang-kejang kemudian lumpuh. Biasanya mati setelah 4-7 hari sejak timbul gejala atau paling lama 12 hari setelah penggigitan.

Tanda-tanda rabies tenang sebagai berikut :
1. Bersembunyi di tempat gelap dan sejuk.
2. Kejang-kejang berlangsung singkat bahkan sering tidak terlihat.
3. Kelumpuhan, tidak mampu menelan, mulut terbuka dan air liur keluar berlebihan.
4. Kematian terjadi dalam waktu singkat.

Menurut Prof. Tjandra Yoga, pesan bagi masyarakat bila digigit hewan penular rabies (anjing atau lainnya) pertama kali adalah mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 10 – 15 menit kemudian diberi antiseptik. Segera berobat ke Puskesmas/Rabies Center atau sarana kesehatan lainnya untuk mendapatkan pertolongan dan pengobatan selanjutnya serta vaksinasikanlah hewan peliharaan (khususnya anjing) secara berkala.

Indonesia sendiri sudah mencanangkan bebas rabies tahun 2020. Di Indonesia yang berpotensi menularkan rabies pada manusia adalah anjing, kucing dan kera, namun lebih dari 90% kasus rabies pada manusia ditularkan oleh anjing. Oleh karena itu anjing menjadi objek utama kegiatan pemberantasan rabies.
Meskipun belum ada obatnya , rabies dapat dicegah dan diberantas dengan beberapa cara yaitu vaksinasi rabies rutin pada hewan peliharaan anjing, kucing, kera/monyet setiap tahunnya. Anjing dirantai 2 meter jika rumah tidak berpagar dan dibrongsor terutama jika dibawa keluar rumah.