News Detail

Dinas Peternakan Aceh
admin December 20, 2017

Aceh Belum Bebas Rabies

BANDA ACEH – Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan (Kadiskeswannak) Aceh, Raihanah, mengatakan dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya Kota Sabang yang sudah dinyatakan bebas dari penyakit rabies atau anjing gila. Hal ini disampaikannyasaat pelatihan Pengendalian dan Penanggulangan Bahaya Penyakit Rabies atau anjing gila kepada manusia di Hotel Sulthan Banda Aceh, Jumat (14/10).

Kegiatan yang bertujuan agar Aceh bebas dari rabies ini diikuti 58 peserta dari jajaran Dinkeswannak 23 kabupaten/kota di Aceh, termasuk para kepala dinas itu, dan petugas Laboratorium Kehewanan Karantina Hewan se-Aceh. “Dari beberapa kasus gigitan anjing terhadap manusia di beberapa daerah di Aceh, seperti di Aceh Tengah, korban gigitannya positif terserang virus rabies,” kata Raihanah.

Khusus Sabang, kata Raihanah, Mentan dan Menkes yang menyatakan kota kota pariwisata ini sudah bebas dari rabies. Namun, di Sabang banyak monyet dan beberapa binatang lainnya yang bisa menularkan virus berbahaya, sehingga warga juga perlu mewaspadai gigitan hewan itu.

Rabies, kata Raihanah, penyakit sangat ditakuti karena virusnya bersifat zoonosis. Artinya penyakit tersebut dapat menular dan belum ada obatnya. Apabila gejala klinis sudah timbul, selalu diikuti kematian, baik pada hewan maupun manusia yang terkena gigitan anjing yang menderita penyakit rabies itu.

Selain rabies, lanjut Raihanah, jenis penyakit ternak perlu diwaspadai saat ini, anthrax atau radang limpa disebabkan bacillus anhtraxis. Antrax banyak terdapat pada sapi-sapi di India. Gejalanya, demam tinggi, sulit bernapas dan defekasi (buang kotoran, kehilangan nafsu makan, pembengkakan dibawah kulit leher, dada perut, dan rusuk keluar darah dari mulut, hidung, dan dubur).

Penyakit ini, sangat berbahaya dan mudah menular ke manusia yang dapat menimbulkan kematian mendadak. Dalam workshop itu, kata Raihanah, berbagai penyakit hewan yang bisa menular ke manusia itu dibicarakan tim penyuluh penyakit hewan dari Dirjen Peternakan Kementan, salah satunya drh Muhammad Sibli.

 

Sumber ; http://aceh.tribunnews.com/2016/10/15/aceh-belum-bebas-rabies