Blog Post

Dinas Peternakan Aceh
15 Dec
By: admin 6 1

Dinas Peternakan Aceh Susun Masterplan

BANDA ACEH – Dinas Peternakan (Disnak) Aceh sedang menyusun masterplan pembangunan kawasan peternakan di Aceh dengan bantuan tenaga ahli dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB). Untuk menambah bobot draf masterplan, Selasa (5/12) kemarin digelar seminar yang menghadirkan berbagai pihak di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh. Peserta seminar terdiri atas unsur SKPA/badan di lingkungan pemerintah Aceh, Bappeda dan SKPK yang berwenang di bidang peternakan dari 23 kabupaten/kota, akademsi dari Unsyiah dan IPB.

Seminar ini menghasilkan draf masterplan pengembangan kawasan peternakan Aceh yang terbagi dalam beberapa cluster, yaitu cluster pembibitan, penggemukan, pengolahan, dan cluster industri. Kadis Peternakan Aceh drh Zulyazaini Yahya, M.Si disela-sela seminar kepada Serambi mengatakan, hasil seminar menyepakati bahwa masterplan akan direview kembali tentang penyusunan cluster dan zona peternakan berdasarkan komoditas unggulan spesifik daerah. “Diharapkan masterplan ini akan menjadi acuan bagi perencanaan peternakan di provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Aceh,” kata Zulyazaini Yahya.

Dikatakan Zulyazaini, seminar tersebut merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan rencana induk tersebut. Draf masterplan itu sendiri telah lama dirancang dengan melibatkan tujuh pakar dari IPB. “Tim dari IPB sudah berkeliling kabupaten/kota untuk mencari masukan dalam menyusun draf masterplan tersebut,” katanya. Hasil akhir seminar nanti akan berbentuk dokumen induk yang akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan di bidang peternakan, baik di tingkat provins maupun kabupaten/kota, sehingga akan mampu mewujudkan visi gubernur Aceh, yakni terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan, khususnya daging.

Salah satu narasumber dalam seminar tersebut yang juga tim penyusun masterplan Profesor Lucky Abdullah mengatakan, terjadi transformasi sub-sektor peternakan dari cluster pembibitan dan penggemukan menjadi cluster industri dan pengolahan, sehingga semua lini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi pada tahun 2028, baik dari bahan baku utama maupun sampai ke limbahnya Untuk pembuatan masterplan peternakan tahun 2018 – 2028, ditawarkan 11 strategi dalam perencanaan selama 10 tahun ke depan. “Melalui pengembangan kawasan, bahan-bahan yang tidak berguna akan memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” kata Guru Besar dari IPB ini.

Selama ini, ada beberapa komoditi peternakan yang sudah berkembang di daerah, seperti potensi sapi perah di Bener Meriah yang pernah exist dan lahan peternakan turun temurun seluas 4.166 hektare. Ada pula potensi pabrik pakan di Bireuen. Di beberapa kabupaten/kota, ada ribuan hektare lahan milik pemkab yang tidak difungsikan. “Ini merupakan potensi yang luar biasa jika bisa dimanfaatkan,” kata Zulyazaini Yahya. Kadis Peternakan Aceh drh Zulyazaini Yahya M.Si mengatakan, hampir setiap tahun, khususnya saat meugang, harga daging melonjak tinggi. Bahkan pernah disebut-sebut yang termahal di dunia.

Penyebabnya, kata Zulyazaini, tata niaga tidak betul. “Selama ini ada persoalan di tata niaga, ternak tak ada pada saat yang dibutuhkan. Peternak tak mau melepaskan saat dibutuhkan, sehingga menjadi mahal harga daging,” tandasnya. Dengan adanya masterplan, diharapkan persoalan tersebut tidak akan muncul lagi. Zulyazaini mengatakan, masterplan tersebut bisa dituntaskan pada akhir tahun ini. “Insya Allah selesai akhir tahun,” kata Kadis Peternakan Aceh ini.

Sumber : http://aceh.tribunnews.com/2017/12/06/disnak-aceh-susun-masterplan

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *